Cita Cita Ku Harus Setinggi Langit

Waktu kita masih kecil, sering ditanya apa cita-cita kita? ada yang jawab ingin jadi pilot, ingin jadi ahli nuklir, ingin jadi dokter, dll. Sering kita dengar kalimat gapailah cita-citamu setinggi langit dulu selalu diajarkan waktu TK dan SD, tapi dengan bertambahnya umur, slogan gapailah cita-citamu setinggi langit seakan terlupakan. Semakin banyaknya tugas-tugas kehidupan dan masalah-masalah yang muncul membuat orang lupa akan cita-citanya saat kecil.

Seiring dengan semakin dewasanya kita maka kita menghadapi realitas yang tidak seperti yang kita impikan. hidup penuh dengan kekecewaan,hidup ternyata pahit. Apa akhirnya yang kita lakukan? semakin lama kita mengecilkan cita-cita kita.
Gak banyak orang yang merealisasikan cita-cita saat mereka kecil dan menganggap cita-cita saat kecil menjadi hal yang serius, padahal cita-cita saat kecil adalah keinginan terpolos kita sebelum kenal dengan masalah kehidupan, brarti itu kan keingin kita yang mendasar.

Dulu kita punya cita-cita rumah di Pondok Indah, lama-kelamaan rumah dimanapun boleh. kita mengecilkan cita-cita kita. Mengapa kita sering gagal? Kita gagal karena kita tidak dapat mencapai apa yang kita inginkan. Ingin punya tabungan Rp 10 Milyar ternyata tabungan nol terus, akhirnya kalau punya Rp 2 Milyar saja sudah pensiun.

Bagaimana supaya kita tidak menjadi gagal? kalau kita lihat fokus utama kita adalah tujuan kita atau keinginan kita. itulah masalahnya. bila fokus kita hanya pada apa yang kerjakan, dan kita yakin arahnya benar, maka lama kelamaan kita juga akan mencapai arah yang kita tuju, namun dalam perjalanannya bila kita senantiasa dihantui oleh tujuan atau keinginan kita terus menerus sepanjang perjalanan, maka kita tidak akan sampai pada tujuan kita.

Biodata yang selalu saya tulis saat TK sampai SD, darr dulu saya selalu berfikir klo jadi astronot itu keren, dengan jadi astronot kita bisa liat planet-planet lain, ternyata menggapai cita-cita itu tidak semudah membalikan telapak tangan, butuh pengorbanan, usaha yang sangat-sangat keras walaupun kita gak tau apa yang akan terjadi kedepan, apakah cita-cita yang kita kejar adalah benar cita-cita kita? apa benar yang lagi kita kejar adalah minat kita? Dan apa cita-cita kita akan berguna di waktu kedepan?

Kalau mikirin pertanyaan-pertanyaan yg selalu muncul di otak pasti kita akan berdiri ditempat, takut untuk maju, takut untuk melangkah kedepan dan mengejar cita-cita kita

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِز
“Bersungguh-sungguhlah mengupayakan apa-apa yang bermanfaat untukmu, memohonlah pertolongan kepada Allah dan janganlah kamu merasa lemah (pesimis).” (HR Muslim)

Saya rasa sebuah cita-cita tetep pantas untuk dikejar apapun itu, masalah berguna atau tidak adalah masalah kesekian yang harus kita bicarakan, bukannya dengan mencapai sesuatu keinginan terbesar kita akan memhasilkan sebuah rasa kepuasam dan kebangga tersendiri?

Maka kita santai saja, tetap fokus pada apa yang kita kerjakan, yaitu apa yang terbaik kita kerjakan. dengan demikian, bukan hal yang mustahil, dengan keyakinan kita, kita mampu bertahan dan berbuat sebaik mungkin, kita akhirnya juga mencapai arah kita.

Oleh karena itu, mindset kita harus senantiasa menjadi orang sukses. tidak masalah kita terhambat sedikit, tapi kita harus yakin bahwa kita benar arahnya, dan yang kita lakukan yang terbaik, maka akan terbetik solusi, dan kesuksesan akan dating menghampiri kita. Kalau kita lihat, begitu banyak orang sukses, begitu banyak orang kaya, hanya kita belum tahu caranya saja. Kekayaan dapat dipelajari, sama dengan kesuksesan. Oleh karena itu, tetaplah pada cita-cita kita, tentukan cita-cita setinggi langit, dan kita akan bahagia dalam mengejarnya.

Cita-cita Terbesar Seorang Muslim

Pertama, menikah
Dalam sebuah hadits diriwayatkan :
Abdullah Ibnu Mas’ud Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda pada kami: “Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia kawin, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab ia dapat mengendalikanmu.” Muttafaq Alaihi.
Dengan menikah memicu samangat untuk meraih apa yang dicita citakan orang lain, karna dengan menikah kita harus bekerja keras membanting tulang, memeras keringat untuk menghidupi istri dan anak anak yang diamanatkan Allah.

Kedua, Menunaikan Ibadah Haji
Allah SWT berfirman dalam Surah Ali Imran Ayat 97 :
فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ (٩٧)

“padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, Yaitu (bagi) orang yang sanggup Mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

Ketiga, Mati Syahid
Kita bisa mati dengan cara apa apa saja, mati sementara berzina, mati habis mabuk mabukan atau mati dengan perantaraan apa saja tapi bagi seorang muslim mati syahid merupakan cita cita tertinggi.
Rasulullah bersabda,“Barangsiapa memohon kepada Allah mati syahid, maka Ia akan menyampaikannya ke derajat para syuhada’ walaupun ia mati di atas ranjangnya“. (HR. Muslim, no. 1909)
Ketiga cita cita di atas harus di tekadkan secara sunggug sungguh oleh seorang muslim bahwa ia siap dan mampu untuk mewujudkannya, walaupun sampai akhir hayatnya ketiga tiganya atau sebagian tak bisa diwujudkan, namun keinginan untuk nikah, menunaikan ibadah haji serta mati syahid tak bisa di padamkan dari keinginan kita.

Bersyukur Atas Apapun

Saya tahu, kata “bersyukur” pasti sudah taka sing lagi di telinga anda. Dan saya yakin, pasti anda juga sudah tahu arti dari kata bersyukur. Tapi saya rasa, terkadang anda lupa beryukur kan? Saya pun begitu hehehe.
Menurut kamus Bahasa Indonesia, bersyukur adalah berterima kasih; mengucapkan syukur. Saya ingin berbagi pendapat tentang bersyukur menurut saya.

Banyak definisi dan pengertian syukur, ada yang berpendapat bahwa bersyukur adalah mengucapkan Alhamdulillah apabila kita mendapatkan nikmat nikmat Allah. Menurut saya pengertian bersyukur yang baik yaitu “menerima dan memanfaatkan segala kenikmatan yang diberikan Allah kepada kita sesuai tujuan Allah memeberikan kenikmatan itu kepada kita” . Sederhananya bersyukur itu menikmati kenikmatan Allah dengan cara yang Allah swt ridhai.

Contoh, Allah memberikan kita kaki, harus kita manfaatkan untk aktifikas yang baik. Allah memberi kita paru-paru dan jantung maka kita harus memanfaatkannya untuk beraktifitas yang Allah ridhoi, bukan untuk melakukan aktifitas yang merugikan baik terhadap orang lain maupun terhadap diri sendiri.

Contohnya tidak usah jauh jauh, MEROKOK tidak hanya merugikan orang lain tapi merugikan kesehatan bagi diri sendiri, dan Allah membenci orang yang berbuat Aniaya. Merokok juga membahayakan bagi orang lain, orang yang tidak merokok tetapi dia menghirup asap rokok yang di keluarkan oleh orang lain disebut sebagai perokok pasif. Dan tentu saja bahayanya jauh lebih berbahaya dari perokok biasa. Jadi merokok selain merugikan diri sendiri juga merugikan orang lain.

Orang yang bersyukur adalah orang yg selalu tahu berterima kasih.
– Termasuk bersyukur apabila senang membalas kebaikan orang lain. Dan tidak bisa membalas kebaikan orang sebelum mengingat kebaikan orang lain.
-Sering-seringlah mengingat kebaikan orang dibandingkan mengingat keburukannya.
-“Tidak termasuk orang yang bersyukur kepada Allah, kalau tidak tahu berterima kasih kepada makhluk Allah”.
Mensyukuri hal-hal positif dapat membantu kita menggapai kepuasan dan membuat kita semakin tangguh dalam menghadapi permasalahan.

1. Ayat tentang bersyukur :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ (١٧٢)

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah” (Al Baqarah 2 : 172).

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلا تَكْفُرُونِ (١٥٢)
“karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (Al Baqarah 2 : 152).

Ciri-ciri orang yang bersyukur :
1. wajahnya indah. wajah yang indah adalah wajah yang teduh, sedap dipandang mata, atau dalam istilah lainnya disebut sebagai wajah alhamdulillah. Wajah ini selalu lapang dalam menerima setiap keputusan dari Allah, manis ataupun pahit.
Kebalikannya adalah wajah yang masam. Wajah ini karena jarang mensyukuri nikmat Allah dan selalu merasa kurang dalam hidupnya. Sehingga ia selalu mencari dan mencari lagi untuk memuaskan nafsu dunia yang tak habis-habis. Ibarat meneguk air laut, makin banyak akan makin kehausan.

2. lidahnya fasih. Juga bukan berarti dia fasih melafalkan bahasa inggris yang was-wes-wos, tetapi lebih jauh fasih berarti kata-katanya adem bagai berteduh di bawah pohon beringin. Setiap kata yang keluar dari lidahnya adalah nasihat dan orang tak bosan untuk mendengarkannya, bahkan selalu ingin mendengarnya.
Kebalikannya adalah lidah yang kotor. Ibarat teko, apa yang keluar adalah apa yang ada di dalam teko. Jika yang di dalam teko adalah kopi hitam, hati yang tak pernah puas, selalu merutuk, maka yang keluar juga akan hitam, kata-kata kotor, tak bermanfaat, mencaci-maki, dan tiada berfaedah sama sekali.

3. Hati yang bertakwa. Tanda-tandanya adalah apapun yang ia lakukan adalah karena Allah. Hanya ridho Allah yang ia inginkan. Bukan puji-pujian dari manusia, anggap saja lah pujian itu sebagai bonus di dunia. Hatinya terpaut dengan Allah dan penuh terisi dengan Allah. Apapun yang ia alami di dunia, di ayakin Allah ada di balik semua kejadian. Allah memberikan kejadian pasti ada tujuan.
Kebalikannya adalah hati yang bebal, hati yang ingkar dengan Allah. Dia tidak memerlukan Allah karena dia hanya yakin apa yang diperolehnya adalah karena usahanya, tanpa campur tangan Allah. Hati yang seperti ini tentu saja hitam, gelap, tanpa cahaya. Dia tak akan menemui kebenaran dalam hidupnya.

4. Tangan yang dermawan. Jangan disamakan dengan ‘ringan tangan’ karena sangat jauh berbeda dengan makna tangan yang ringan. Di sini maksudnya dia suka sekali membantu sesama, suka menolong, tangannya begitu ringan memberikan bantuan, entah itu tenaga, pikiran, ataupun harta. Dia begitu ikhlas membantu meskipun tanpa imbalan. Dia yakin bahwa sekecil apapun yang ia perbuat bagi kebaikan orang lain, maka Allah akan membalas dengan pahala dan Syurga.
Kebalikannya adalah berat tangan. Ya, istilah baru mungkin bagi orang yang sangat pelit tenaga, pelit pikiran, dan pelit harta. Dia tak mau mengeluarkan bantusangat pelit tenaga, pelit pikiran, dan pelit harta. Dia tak mau mengeluarkan bantuan untuk di jalan Allah. Dia lebih suka menyimpannya untuk diri sendiri atau parahnya untuk memuaskan diri sendiri dengan berfoya-foya tanpa mau berbagi dengan yang lain.

Begitulah bersyukur, jika di jabarkan mungkin tidak akan pernah ada habisnya. Karena banyak sekali makna yang terdapat dalam kata bersyukur. Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan, apabila ada kesalahan dalam pengucapan mohon di bukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya.

Mudah-mudahan kita semua tergolong orang-orang yang pandai bersykur. Sehingga Allah pun tak segan-segan untuk menambah nikmat kita di dunia, pun di akhirat.

Ingat, rejeki bukan saja soal uang dan harta, tetapi kesehatan itu juga rejeki, keamanan dan keselamatan juga rekeki. Nikmati hidup di jalan Allah karena itulah semanis-manisnya jalan meski banyak rintangan.
Billahi taufik walhidayah wassalamu’alaikum wr.wb.

Just Singing

 

Image

 

Salah satu hobi saya adalah bernyanyi, dan saya sangat menyukai hobi saya yang satu ini. Mengapa demikian? Karena menurut saya, dengan bernyanyi hidup kita akan terasa lebih ekspresif, lebih indah dan pastinya menggairahkan. Apakah anda suka bernyanyi? Menurut saya anda haru suka yang namanya bernyanyi. Akan timbul perasaan bahagia, senang, gembira, dan segalanya yang mengasyikkan apabila anda sudah bisa menyamakan nada suara anda dengan nada musik, atau yang lebih terkenal lagi adalah “tau nada”.

 Di antara hiburan yang dapat menghibur jiwa dan menenangkan hati serta mengenakkan telinga, ialah nyanyian. Hal ini dibolehkan oleh Islam, selama tidak dicampuri omong kotor, cabul dan yang kiranya dapat mengarah kepada perbuatan dosa. Dan tidak salah pula kalau disertainya dengan muzik yang tidak membangkitkan nafsu. Bahkan disunatkan dalam situasi gembira, guna melahirkan perasaan riang dan menghibur hati, seperti pada hari raya, perkawinan, kedatangan orang yang sudah lama tidak datang, saat walimah, aqiqah dan di waktu lahirnya seorang bayi.

Menyanyi juga dapat di jadikan perwakilan hati,entah saat senag,sedih,ataupun saat tak menentu.menyanyi jug dapat menjadi hal pemecah keheningan. Apalagi untuk remaja masa kini….. wuahhh menyanyi itu bisa menjadi indah apabila sesuai dengan suasana hati hmmm tak kan ada yang bisa mengalahkan walaupun  suara kita pas-pasan. kalau sudah di hati biasanya sulit tuk diganggu gugat.

Menurut artikel yang saya baca bernyanyi atau mendengarkan nyanyian ternyata juga ada manfaatnya..

Ada banyak kegiatan yang memainkan peran penting untuk meningkatkan memori dan bernyanyi adalah salah satunya.
Bernyanyi dapat meningkatkan memori dengan berbagai cara. Hidup di kota besar dengan tingkat kesibukan yang tinggi membuat banyak orang tidak memiliki waktu untuk dirinya sendiri yang kemudian mengeksplorasi diri dalam kondisi yang keras, yang akhirnya mengakibatkan penurunan memori.

Orang yang tertekan biasanya mengalami peningkatan detak jantung hingga batas tertentu. Bila bernyanyi bisa mengurangi detak jantung, artinya juga bisa mengurangi tingkat stres yang merupakan penyebab utama dari gangguan memori, seperti dilansir Hubpages , Senin (7/3/2011).

Selain itu, beberapa penelitian di berbagai tempat mencapai kesimpulan yang sama bahwa bernyanyi dapat meningkatkan memori karena musik dapat mengubah suasana hati dan meningkatkan energi sehingga dapat menurunkan risiko depresi.

Oleh karena itu, bernyanyi juga dijadikan terapi untuk pengobatan orang dengan penyakit Alzheimer (hilangnya memori otak). Meski pasien Alzheimer telah kehilangan kemampuan berkomunikasi, tetapi mereka masih bisa menikmati musik yang juga membantu meningkatkan kemampuan memori.

 

Image

 

Bernyanyi untuk meningkatkan memori tak hanya membantu secara psikologis tetapi juga secara fisik, karena kebanyakan masalah kesehatan pada akhirnya dapat mengakibatkan penurunan memori. Bernyanyi juga bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang diwakili oleh  tingkat A immunoglobin dan kortisol, yang biasanya menandai sistem kekebalan tubuh meningkat.

Bernyanyi membantu orang untuk bersantai, perubahan mood yang lebih baik, meningkatkan tingkat kepercayaan diri, yang kesemuanya dapat membuat kemampuan memori yang lebih baik.

Tadinya saya sempat khawatir, karena saya sempat membaca sepotong hadist yang melarang tentang nyanyian di internet, seperti yang dibawah ini.

Berikut ini adalah suatu Hadits Shohiih yang diriwayatkan oleh Al Imaam Al Bukhoory dalam Shohiihnya no: 5268. Kata beliau dari Shohabat Abu Maalik Al Asy’ary , bahwa ia mendengar Rasulallah bersabda:

لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ

Artinya:

“Akan dijadikan halal oleh ummatku emas, sutera, khamr (minuman keras) dan Al Ma’aazif.”

Ibnul Mandzur رحمه الله dalam Kitabnya Lisaanul A’roob menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan Al Ma’aazif (jamak dari kata Mi’zaf) adalah Al Malaahi, Malha, yakni sesuatu yang membuat orang lalai.

Termasuk didalamnya adalah alat-alat yang dipukul seperti misalnya: Tambur (gendering), drum, gendang. Duf (rebana), ‘Uud (gitar).

Dalam bahasa Arab, kalau orang mendengar kata ‘Aazif maka artinya adalah Alat musik dan penyanyinya.

Lalu semenjak itu saya selalu mencari informasi-informasi dari orang yang saya anggap sebagai guru. Ada yang berkata haram dan ada pula yang berkata halal. Lalu saya mencoba berfikir melalui logika, dan akhirnya telah sampai pada ujung pemikiran saya. Bahwa menurut yang saya fahami dan saya fikirkan bahwa nyanyian itu insaallah tidak haram, tergantung dari niat kita. Jika hanya untuk menghibur hati ya tidak apa-apa, tetapi jika tujuannya adalah untuk hal yang negatif-negatif, seperti bernyanyi sambil memaerkan aurat, sambil keluar kata-kata kotor yang hina, apalagi membuat manusia lalai akan sesuatu hal. Misalnya karena keasyikan bernyanyi seseorang bisa lupa dan meninggal kan kewajiban lima waktunya. Maka menurut saya itulah maksud dari nyanyian yang diharamkan.

Sampai sekarang saya masih menganggap bahwa nyanyian itu tidak haram, jadi saya juga masih menyukai hobi saya itu walaupun ada orang yang berkata haram, tetapi saya lebih mempercayai diri sendiri.

Saya ingin bernyanyi. Mendendangkan simfoni-simfoni indah yang tersusun rapi dalam bait nada.  Saya ingin bernyanyi, karena dengan bernyanyi saya bisa mengenang segala romansa indah yang pernah tercipta. Dengan menyanyi saya bisa membiarkan perasaanku melayang, hanyut bersama lagu yang saya nyanyikan. Dengan menyanyi saya bisa merasakan seolah-olah saya ada dalam syair yang saya nyanyikan.

Ketika syair yang didendangkan romantis, saya merasa seolah-olah saya sedang mengalami masa-masa indah itu. Ketika syair-syair mellow atau bahasa gaulnya adalah “galau” saya lantunkan, saya akan ikut hanyut bersama syair itu. Pun begitu Ketika sedang mendendangkan syair agama, saya tersadar akan kuasaNYA.

Aku ingin bernyanyi. Karena dengan menyanyi pulalah aku bisa melepaskan segala penat yang sedang kurasa. Terhanyut dalam nada, menyatu dalam irama.

 

cukup sekian dari saya billahi taufik walhidayah wassalamu’alaikum wr.wb.

 

 

 

 

Kesadaran Di Balik Kesalahan

Manusia hidup tak luput dari kesalahan. Setiap kesalahan yang kita perbuat pasti memiliki sanksi tersendiri. Ya, Dosa adalah sanksi utama yang diberikan Allah SWT kepada makhluk-Nya yang melakukan kesalahan, baik disengaja maupun tidak disengaja.
Saya jadi teringat kisah Nabi Adam AS bersama Siti Hawa. Karena kesalahan mereka berdua, yaitu memakan buah khuldi, maka Allah SWT memerintahkan mereka untuk turun ke bumi.

قَالَ اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ وَلَكُمْ فِي الأرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَى حِينٍ (٢٤)
24. Allah berfirman: “Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan”. (QS Al-A’raaf 7 : 24)

قَالَ فِيهَا تَحْيَوْنَ وَفِيهَا تَمُوتُونَ وَمِنْهَا تُخْرَجُونَ (٢٥)
25. Allah berfirman: “Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan. (QS Al-A’raaf 7 : 25).

Di balik kesalahan yang dilakukan Nabi Adam AS dan Siti Hawa terdapat tipu daya yang dilakukan iblis. Dia (iblis) selalu membisikkan kepada Nabi Adam AS dan Siti Hawa, bahwa Allah tidak melarang mereka berdua untuk mendekati pohon serta memakan buah khuldi tersebut kecuali supaya mereka menjadi malaikat atau orang yang hidup kekal dalam syurga. Iblis pun selalu mencoba dan mencoba untuk menggoda mereka supaya memakan buah khuldi tersebut.

فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مَا وُورِيَ عَنْهُمَا مِنْ سَوْآتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ إِلا أَنْ تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ (٢٠)

20. Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk Menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka Yaitu auratnya dan syaitan berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi Malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)”. (QS Al-A’raaf 7 : 20).

وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ (٢١)
21. dan Dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. “Sesungguhnya saya adalah Termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua”, (QS Al-A’raaf 7 : 21).

فَدَلاهُمَا بِغُرُورٍ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَرَقِ الْجَنَّةِ وَنَادَاهُمَا رَبُّهُمَا أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَنْ تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَأَقُلْ لَكُمَا إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُبِينٌ (٢٢)
22. Maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: “Bukankah aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan aku katakan kepadamu: “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?” (QS Al-A’raaf 7 : 22).

Akhirnya Nabi Adam AS dan Siti Hawa pun diturunkan ke bumi, begitu pula dengan para iblis dan setan. Mereka turun ke bumi untuk menggoda iman manusia agar iman dan taqwanya terhadap Allah SWT goyah.
Kita sering mendengar kata dosa dan selalu berkaitan dengan agama. Mungkin semua agama. Tapi apa sih dosa itu? Barangkali kebanyakan orang masih belum jelas, belum mengerti apa sih dosa itu atau barangkali ada yang merasa sudah mengerti tapi apa yang dimengerti (atau dipahami) belum (atau kurang) tepat. Maka kita perlu tahu “apa sih definisi dosa itu yang sebenarnya?”
Kita bisa mengambil pelajaran dari kisah Adam AS dan Iblis yang terdapat dalam Al-Qur’an untuk mengetahui “apa sih dosa itu?”.
Dosa (dari bahasa Sanskerta: doṣa) adalah suatu istilah yang terutama digunakan dalam konteks agama untuk menjelaskan tindakan yang melanggar norma atau aturan yang telah ditetapkan Tuhan atau Wahyu Illahi.

Menurut saya, dosa itu ketika hati kita menjadi gelisah dan resah karena sesuatu yang baru saja kita lihat, kita dengar dan kita lakukan. Jadi dosa itu tidak terlihat, tetapi hanya diri kita yang bisa merasakan. Andai saja dosa itu bisa terlihat pasti kita akan malu dan pastinya akan jarang ada orang yang melakukan dosa.

Rasulullah SAW bersabda, “Kebajikan adalah budi pekerti yang baik. Dan dosa (kejahatan) adalah sesuatu yang menimbulkan keresahan pada dirimu, dimana kamu merasa tidak senang apabila perbuatan itu diketahui orang lain” (HR. Muslim)

Bayangkan saja, jika setiap perbuatan yang kita lakukan selama kita hidup bisa dilihat orang lain. Apakah kita tidak malu? Apakah kita masih bisa berpergian kemana-mana? Apakah kita masih bisa bercanda tawa dengan orang-orang di sekitar kita?
Maka bersyukurlah, Allah SWT masih menutupi aib kita. Bayangkan apabila Allah SWT membuka semua kejelekan kita, naudzubillahimindzalik…
Perilaku-perilaku dosa yang sering manusia lakukan yaitu menyembah kepada selain Allah, kesyirikan, meninggalkan shalat wajib, meninggalkan puasa di bulan Ramadhan, membunuh orang, berzina, riba, minum minuman yang memabukkan, dll.

Dari artikel yang saya baca di http://www.kompas.com, ada 7 dosa yang membinasakan. Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘’Tinggalkanlah tujuh dosa yang akan membinasakan. Sahabat bertanya, ‘’Yaa Rasulallah, apakah dosa-dosa itu? Jawab Nabi SAW, ‘’Syirik mempersekutukan Allah SWT, melakukan sihir, membunuh jiwa manusia yang telah diharamkan Allah SWT kecuali dengan hak, makan riba, makan harta anak yatim, lari dari perang jihad, menuduh zina pada wanita mu’minat,’’ (HR Bukhari Muslim)

Dalam hadis di atas, Abu Hurairah menyebut tujuh dosa yang membinasakan. Dikatakan membinasakan karena dari dosa tersebut bukan hanya merusak keimanan diri sendiri, namun juga ada hak-hak muslim yang dirusak oleh si pembuat dosa. Dosa pertama yang tersebut dalam hadits di atas ialah dosa yang takkan terampuni, yakni syirik (mempersekutukan Allah).

إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا (٤٨)

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa selain syirik bagi siapa yang ia kehendakiNya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (An Nisaa: 48)

Dan yang terpenting dari tulisan ini adalah ketika kita melakukan banyak dosa, maka hendaklah kita memikirkan kesadaran dan pengakuan bahwa kita telah melakukan kesalahan-kesalahan/dosa-dosa itu sehingga menumbuhkan kesadaran untuk bertobat dan minta ampun kepada Allah, karena dengan begitu kita masih menganggap Allah sebagai satu-satunya Tuhan kita dan terhindar dari kekafiran dan kesyirikan. Jangan sampai kita menghalalkan kesalahan-kesalahan/dosa-dosa itu karena kita akan terjatuh dalam kekafiran dan kesyirikan, serta dimasukkan ke dalam neraka.

Semoga tulisan ini bermanfaat, wallahualam bisshawab

Indah Pada Waktunya

Kadang kita bertanya dalam hati dan menyalahkan Tuhan, “apa yang telah saya lakukan sampai saya harus mengalami ini semua ?” atau “kenapa Tuhan membiarkan ini semua terjadi pada saya ?”
Perjuangan memang tak mudah. Perjuangan penuh dengan rintangan, hambatan dan juga tantangan. Semua orang juga tau bahwa kebahagiaan itu akan dirasakan sesudah kita merasakan kepedihan dan juga tantangan dalam memperjuangkan kebahagiaan tersebut. Bersama kesulitan pasti ada kemudahan. Bersama kesedihan pasti ada kebahagiaan dan di setiap rintangan, tantangan dan hambatan yang ada pasti akan tercapai keberhasilan, mungkin seperti itu yang kita rasakan dalam kehidupan ini. Oleh karena itu, ketika kita sudah mendapatkan tantangan yang luar biasa berat, Insya Allah tak akan lama kebahagiaan akan kita raih.
Pada catatan saya saat ini, saya akan membahas tentang berpuasa…
Saya mengambil satu contoh, tentang perubahan bentuk dari seekor ulat menjadi seekor kupu-kupu yang cantik…


Bagi kebanyakan orang, ulat bulu memang menjijikkan bahkan menakutkan. Tapi sebenarnya masa hidup seekor ulat ini ternyata tidak lama. Pada saatnya nanti ia akan mengalami fase dimana ia berubah menjadi kepompong selama beberapa hari. Setelah itu ia pun akan keluar dalam wujud lain, yaitu ia akan menjelma menjadi seekor kupu-kupu yang sangat indah. Jika sudah berbentuk kupu-kupu yang indah, siapa yang tidak menyukai kupu-kupu dengan sayapnya yang beraneka warna-warna yang indah dan warna-warna yang alami cantiknya? Sebagian orang bahkan mengoleksinya sebagai hiasan dinding sebagai hobi ataupun untuk keperluan ilmu pengetahuan (biasanya untuk penelitian-penelitian di lab).
Semua proses itu memperlihatkan tanda-tanda Kemahabesaran Allah. Menandakan betapa teramat mudahnya bagi Allah SWT, mengubah segala sesuatu dari hal yang menjijikkan, buruk, dan tidak disukai, menjadi sesuatu yang indah dan membuat orang senang bahkan suka memandangnya. Semua itu berjalan melalui suatu proses perubahan yang sudah diatur dan aturannya pun ditentukan oleh Allah, baik dalam bentuk aturan atau hukum alam seperti yang tersirat dalam Al-Qur’an dan Hadist.

Jika proses metamorfosa pada ulat bulu diibaratkan di kehidupan manusia, maka tentu saja manusia bisa bermetamorfosa menjadi manusia-manusia yang jauh lebih baik dan juga indah. Dan saat yang paling tepat untuk “memetamorfosakan-diri” adalah ketika memasuki bulan suci Ramadhan. Bila kita masuk dalam ‘kepompong’ Ramadhan dan setiap aktivitas yang kita lakukan sejalan dengan ketentuan-ketentuan “metamorfosa” yang Allah anjurkan, Insya Allah akan mendapatkan hasil yang memuaskan yaitu manusia yang memiliki akhlak yang indah dan mempesona. Inti dari ibadah di bulan suci Ramadhan ternyata adalah melatih diri agar kita dapat menguasai hawa nafsu.

Allah SWT berfirman,
وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى (٤٠)

فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى (٤١)

“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggalnya.” (QS. An Nazii’at : 40 – 41).

Selama ini mungkin kita merasa kesulitan dalam mengendalikan hawa nafsu. Kenapa? Karena selama ini pada diri kita terdapat pelatihan lain yang ikut membina hawa nafsu kita ke arah yang tidak baik dan sesat. Siapakah pelatih itu? Dialah setan yang dilaknat oleh Allah SWT, yang sangat suka dan senang mengarahkan hawa nafsu kita ke jalan yang buruk, dan dibenci oleh Allah SWT. Akan tetapi memang itulah tugas setan. Apalagi seperti hawa nafsu, setan pun memiliki kesamaan yang sama dengan hawa nafsu yaitu kedua-duanya sama-sama tak terlihat.

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ (٦)

“Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu, maka anggaplah ia sebagai musuhmu karena syetan itu hanya mengajak golongannya supaya menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala,” demikian firman Allah dalam (QS. Al Fathir: 6).

Untungnya, pada bulan Ramadhan Allah mengikat erat setan yang terkutuk sehingga kita diberi kesempatan sepenuhnya untuk bisa melatih diri untuk mengendalikan hawa nafsu kita. Karenanya kesempatan seperti ini tidak boleh kita sia-siakan yang hanya datang sebulan dalam setahun. Kita juga harus berusaha lebih meningkatkan ibadah puasa kita. Tidak hanya puasa atau menahan diri dari hawa nafsu perut dan seksual saja, akan tetapi juga semua anggota badan kita lainnya agar mau melaksanakan amalan-amalan yang disukai dan diridhai Allah SWT. Jika hawa nafsu sudah bisa kita kendalikan, maka ketika setan dilepas kembali, mereka sudah tunduk pada keinginan kita, bukan kita lagi yang tunduk pada keinginan mereka. Dengan demikian, hidup kita pun Insya Allah dapat dijalani dengan hawa nafsu yang berada dalam keridhaan-Nya. Inilah pangkal dari kebahagiaan dunia akhirat. Hal lain yang paling utama yang harus kita jaga dalam bulan suci Ramadhan adalah akhlak kita. Barang siapa yang membaguskan akhlaknya pada bulan Ramadhan, Allah akan menyelamatkan dia tatkala melewati shirah di mana banyak kaki tergelincir, itulah sabda dari Rasulullah SAW.

Pada bulan Ramadhan, kita dianggap sebagai tamu Allah. Dan sebagai tuan rumah, Allah sangat mengetahui bagaimana cara memperlakukan tamu-tamunya dengan baik. Akan tetapi sesungguhnya Allah hanya akan memperlakukan kita dengan baik jika kita berlaku baik juga dan kita tahu bagaimana berakhlak sebagai tamu-Nya. Salah satunya yakni dengan menjaga puasa kita supaya bisa sesempurna mungkin. Tidak hanya sekedar menahan lapar dan dahaga saja, tetapi juga menjaga seluruh anggota tubuh kita ikut shaum.

Mari kita perbaiki segala kekurangan dan kelalaian akhlak kita sebagai hamba Allah. Jadi, bisa dikatakan setiap muslim yang melakukan puasa di bulan ramadhan, mereka bisa dikatakan sebagai ulat yang sedang menjalani fase dalam kepompong, lalu kita akan kembali ke fitri bagaikan bayi yang baru lahir diibaratkan seperti kepompong yang akan lahir menjadi kupu-kupu yang cantik dan terlihat amat indah dan mempesona. Begitu juga dengan puasa-puasa sunnah yang sering kita jalani menjadikan kita jauh lebih baik akhlaknya, imannya, dan ketakwaannya kepada Allah SWT.
Harapan saya yaitu kita sebagai umat muslim agar mengurangi sifat keluh kesah dalam setiap hal yang kita kerjakan, karena dengan mengeluh malah tidak akan menyelesaikan suatu permasalahan, justru akan makin memperkeruh masalah tersebut. Sekecil apapun yang namanya mengeluh akan membawa kerugian yang sangat besar. Tidak ada alasan apapun manusia untuk mengeluh, sebagai manusia yang di berikan kesempurnaan oleh tuhan dari makhluk lainnya. Memang sudah menjadi sifat dasar manusia dan tidak dapat di pungkiri lagi setiap orang pasti selalu mengeluh bila menghadapi sebuah masalah. Tapi, perlu kita ingat sekecil apapun masalah yang dihadapi dengan cara mengeluh berarti kita sudah di menetapkan diri kita sendiri sebagai pengecut. Faktanya, banyak orang yang memiliki kekurangan tapi di balik kekurangan nya itu mereka jadikan sebagai kelebihan. Silakan anda renungkan lagi, dengan kita mengeluh berarti tidak ada bedanya kita sedang jalan di tempat,tidak menghasilkan apa-apa, dan perbuatan sia-sia.

Besar kecilnya permasalahan tidak jadi ukuran. yang paling penting, hal pertama yang harus di lakukan adalah berfikir, merencanakan, menilai dan berbuat.

Karena pada bagian awal saya tulis semua orang sudah tau bahwa kebahagiaan dan keindahan biasanya ada pada akhir-akhir hal yang kita kerjakan dan kita usahakan.

Jika keindahan dan kebahagiaan yang kita incar dari awal tidak tercapai, mungkin itu adalah kehendak Allah dan rencana Allah untuk kita. Misalnya jika kita sedang bekerja, kita berusaha kerja lembur sampai tengah malam untuk mendapatkan tambahan upah dari atasan kita. Ternyata, atasan kita tidak memberikan upah lembur tersebut, secara manusiawi kita merasakan kesal dan pasti ada keluh kesah di dalam hati kita. Tetapi cobalah untuk meminimalisir keluh kesah tersebut. Dan percayalah bahwa Allah SWT punya rahasia indah yang sudah disediakan untuk kita.

Ingatlah pada sebuah pepatah yaitu “berakit-rakit kehulu berenang-renang kemudian”. Prinsip bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian ini banyak sekali dijumpai dalam kehidupan sehari-hari manusia, itu sama dengan berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Sama halnya waktu muda bekerja keras, tua tinggal menikmati hasilnya. Begitu juga dengan membesarkan, mendidik anak dengan susah payah yang jika dilakukan dengan benar, maka kalau besar nanti, anak tersebut akan menjadi anak yang saleh dan berguna. Jadi jangan sampai kita berputus asa dalam melakukan suatu hal. Jangan memikirkan hasilnya, tapi pikirkanlah bagaimana kita melakukannya dengan sepenuh hati dan sekuat tenaga serta semampu kita.

Agar menjadi orang yang sukses, Anda harus siap melakukan suatu pekerjaan yang pada awalnya mungkin tidak memberi hasil yang begitu baik. Anda harus bersedia menjadi si bodoh dulu, sebelum akhirnya mampu jadi si pandai.

Dan janganlah berhenti dan berusaha menjadi manusia yang maju dan sukses baik di dunia maupun di akhirat.

Mungkin itu hanya itu yang saya bisa tulis, apabila ada penulisan kata saya minta maaf yang sebesar besarnya.
Billahi taufik wal hidayah, wassalamu ‘alaikum wr. wb…

SUATU PILIHAN DALAM SATU KEHIDUPAN

Kadang kala dalam hidup, kita dihadapkan dengan sejuta pilihan. Dan pada saat bersamaan pula, kita bingung ingin memilih yang mana, karena kita belum yakin pada diri kita sendiri tentang mana pilihan yang terbaik untuk diri kita. Tapi percayalah bahwa Allah lebih mengerti daripada kita, Allah selalu mengerti apa yg terjadi. Dibalik pilihan kita, walaupun beratnya pilihan kita pasti ada pelajaran yang Allah sengaja ingin berikan kepada kita. Dan salah satu pelajaran yang dapat kita ambil adalah pengalaman kita dalam memilih. Karena hidup diliputi dengan pilihan-pilihan. Dan akan terus penuh dengan pilihan-pilihan.
Setiap pilihan, pasti ada konsekuensi yang harus siap kita pikul. Misalnya ketika kita memilih untuk menyerahkan rumah, maka kita tak punya lagi tempat berteduh dari bahaya. Tapi ketika kita memilih untuk mencari, itupun juga ada konsekuensinya, yaitu kita harus bekerja dan berusaha. Kadang, kita tak tahu menahu tentang konsekuensi yang akan kita terima. Dan itu adalah sebuah hikmah yang Allah berikan kepada kita. Sehingga tidak ada kesia-siaan dalam pilihan kita.
Hidup kita hari ini adalah hasil dari sebuah pilihan yang diambil pada masa yang kemarin-kemarin, dan pilihan hari ini menentukan kehidupan kita di masa yang akan datang. Dan setiap hari ada banyak keputusan yang harus di ambil dari berbagai macam pilihan, dan kepuasan yang kita ambil tersebut harus dipikirkan secara matang-matang.
Bangun pagi kita sudah memilih ingin memakai baju apa hari ini ke sekolah, ke kampus atau ke aktifitas lainnya, lalu ibu-ibu sudah dibuat pusing mau masak apa hari ini untuk keluarganya, kemudian memikirkan lagi mau makan apa nanti siang, lalu seandainya mau pergi ke suatu tempat mau lewat jalan mana supaya gak kena macet. Begitu banyak pilihan dalam setiap aspek kehidupan. Bahkan ketika kita tidak memilih apapun itu adalah sebuah pilihan juga.
Tidak hanya orang dewasa saja yang pusing, anak-anak pun harus memilih dalam kehidupan mereka. Mereka memilih teman, memilih pakaian yang sedang ngetrend, memilih tontonan film bahkan sampai memilih pasangan. Sedang pemuda dan remaja biasanya memilih mau sekolah/kuliah di mana, bekerja dulu atau melanjutkan kuliah, memilih pasangan hidup (pacar), memilih pekerjaan dan pilihan-pilihan hidup lainnya.
Hal-hal yang diatas adalah hal yang sering kita lakukan setiap hari. Bahkan ada orang yang pusing setengah mati untuk menentukan mau masak apa hari ini buat keluarganya. Takutnya keluarga sudah bosan dengan menu yang ada. Ada yang gak bisa tidur mikirin besok mau pakai baju apa buat ketemu pacar…..hehe..

Semua pilihan itu tidak bisa kita hindari. Namun, seiring berjalannya waktu dan pengalaman yang kita alami akan menuntun kita pada suatu pilihan terbaik, yakni pilihan dengan tingkat kesalahan dan kesulitan yang terkecil.
Setiap hari ada banyak pilihan hidup yang bisa membuat kita jatuh dan terjerumus kedalam lubang gelap atau pilihan yang membuat kita semakin kuat dan semakin yakin untuk menjalani hidup ini. Pertanyaan buat kita saat ini, Apakah saat ini kita sudah yakin dengan pilihan-pilihan yang sudah kita pilih sampai sekarang?, misal:
– Pilihan akan pasangan kita?
– Pilihan akan pekerjaan kita?
– Pilihan akan tempat tinggal?
– Pilihan akan sekolah buat anak-anak?
– Pilihan akan hobi-hobi, dsbnya?
Kita tidak bisa memutar waktu dan kemudian membatalkan setiap pilihan kita. Contoh, Seandainya kita merasa sudah salah memilih pasangan atau pacar, kita tidak bisa langsung mengatakan cerai atau sebagainya. Lalu pekerjaan yang tidak nyaman kemudian langsung berhenti, tempat tinggal yang tidak nyaman kemudian mau pindah tempat dan lain-lain. Kita tidak bisa langsung mengubah keadaan sesuai dengan keinginan yang kita inginkan. Yang bisa kita lakukan adalah berintropeksi diri dan kemudian kita berdo’a kepada Allah untuk meminta cara agar kita bisa menentukan langkah yang tepat selanjutnya.
Keadaan yang sedang terjadi dan mungkin tidak menyenangkan atau susah, atau mungkin jika kita sempat salah dalam memilih sebuah keputusan, jangan sampai bisa membuat kita menjadi seorang pengecut yang takut untuk mengambil pilihan-pilihan atau keputusan-keputusan yang ada didepan. Justru dengan penyesalan atau pengakuan yang berani kita akui bahwa kita telah salah memilih, seharusnya bisa kita jadikan bahan introspeksi diri supaya kita tidak lagi salah memilih dalam menjalani hari-hari ke depan. Tidak ada kata terlambat dalam memperbaiki diri kita sendiri diri. Tidak ada kata terlambat dalam menatap hari ke depan. Dengan semakin kita berhati-hati dalam menentukan pilihan-pilihan, pastinya saya percaya setiap akan mendapat hal-hal yang baik selama pilihan kita itu sesuai dengan kebenaran dan pilihan itu memberikan kesejahteraan bagi diri maupun orang lain.

Memilih satu keberhasilan dalam hidup dari macam-macam hal yang ingin kita capai mungkin akan membuat kita akan berfikir dan merenungkan, apa yang melatar belakangi kita untuk mendapatkan suatu keberhasilan yang kita ingini. Kita pun akan memiliki berbagai macam cara agar kita bisa mendapatkan atau menggapai yang akan dan mau kita gapai dalam hidup ini.
Jika anda disuruh memilih antara, KAYA, BERILMU, BERKEDUDUKAN, BERPANGKAT, BERPENGARUH dan TENAR.. Mana yang akan anda pilih?
Kalau saya pribadi akan memilih menjadi orang yang berilmu, karena dengan berilmu maka saya bisa menjadi orang yang kaya, berpangkat, berkedudukan, berpengaruh dan tenar. Bila saya memberi alasan dengan seperti ini maka orang yang memilih kaya pun bisa saja bilang hal yang sama dengan saya, dan mereka yang memilih yang lainnya pun akan bilang hal yang sama.

Menjadi orang kaya apakah benar bisa menjadi orang yang berilmu? Ya belum tentu, begitupun dengan berpangkat, berkedudukan dan berpengaruh. Lagi pula apakah kekayaan (harta), kedudukan, pangkat, ketenaran dan menjadi orang berpengaruh akan terbawa setelah kehidupan setelah akhir dunia ini?

Di dunia ini banyak orang kaya, tapi apa kenyataannya ? ternyata mereka untuk menggapai ilmu pun tidak bisa dengan hartanya, untuk gelar (D3, S1, S2 dll) mungkin tapi ilmu itu hal yang berbeda. Untuk pangkat, ketenaran, pengaruh ya mungkin di jaman seperti sekarang ini bisa diusahakan dengan kekayaan dan sebaliknya. Tetapi menjadi orang berilmu itu tidak bisa dengan kelima hal tersebut di atas, untuk membantu proses mencarinya itu mungkin tetapi menjadikan orang berilmu itu hal yang berbeda.
Orang yang hidup berilmu maka dia bisa memanfaatkan segala sesuatunya dengan ilmunya dan ilmu yang bermanfaat itulah ilmu yang sebaik-baiknya. Dan masih banyak hal yang bisa dikatakan untuk bisa menggapai keberhasilan dalam hidup ini dengan menjadi orang yang berilmu.
Hidup adalah suatu pilihan dan kita yang menentukan pilihan itu. Apakah kita ingin bahagia, gembira, susah, senang, kaya atau miskin semuanya kita sendiri yang menentukan. Kuncinya adalah befikir positif dan optimisme. Dalam sebuah hadist Qudsi dikatakan bahwa, “Allah sesuai dengan prasangka hambanya” (Hadist Qudsi), jika kita befikir jadi orang kaya maka jadilah kita orang kaya, begitu juga sebaliknya. Maka Tentukanlah pilihan hidupmu dengan tepat biar tidak ada penyesalan. Berfikirlah potif agar membuahkan sesuatu yang positif pula.
Dan setiap pilihan yang kita pilih, hanya berujung 2 pilihan. Apakah baik ataukah buruk hasil dari pilihan itu. Dan semakin dewasanya seseorang pasti kedewasaan itu bisa menuntun kita ke suatu pilihan yang tepat, dan juga jangan lupa untuk selalu senantiasa berdo’a dan meminta petunjuk untuk setiap pilihan yang kita akan pilih, karna suatu pilihan yang disertai dengan ridha Allah insyaallah adalah pilihan yang sangat baik dari semua pilihan yang ada…
Satu hal yang tidak boleh kita lupakan, kita tidak dapat memilih segala yang kita inginkan, karena tidak mungkin kita mendapatkan keberhasilan yang sempurna pada dua hal yang sama, maka kita harus mengorbankan salah satunya ..
Semoga bisa bermanfaat, kurang lebihnya mohon maaf.. wassalamu’alaikum wr. wb.🙂

All About “LIFE”

Orang yang tidak berfikir panjang, pada awalnya pasti mereka merasa hidup ini susah, keras, dan mereka berkata didalam hatinya “mengapa sih hidup saya seperti ini?”…
Tetapi jika seorang itu ingin belajar dan berfikir lebih dalam, tentang bagaimana kehidupan ini, mereka pasti tahu dan mengerti apa sih arti dari hidup yang sebenarnya. Menurut saya pribadi, hidup ini adalah suatu perjuangan, perjuangan yang takkan pernah usai sampai tertutupnya usia kita. Setiap langkah dan usaha yang kita lakukan, terdapat perjuangan didalam nya, dan bersama perjuangan pasti ada pengorbanan..
Tetapi jangan salah, banyak orang yang melakukan perjuangan dan pengorbanannya di dunia, bukan semata karena Allah swt. Melainkan mereka mengincar kebahagiaan di Dunia yang penuh dengan kebohongan ini.
Padahal sesungguhnya, pengorbanan yang kita lakukan selama ini, adalah untuk kebahagiaan di Dunia dan Akhirat, tetapi orang-orang seringkali melupakan bagian “Akhiratnya”..
Kebahagiaan yang sesungguhnya hanya terdapat di Suga Allah swt, kebahagiaan di Dunia hanya MENIPU, dan sifatnya hanya SEMENTARA. Tetapi kebahagiaan di Surga jauh lebih menarik, bahkan tidak ada yang tahu ada apa dibalik Surga Allah, tidak ada yang bisa mengukur seberapa jauh kebahagiaan di Surga..

Allah menciptakan surga dan neraka, yang kelak akan diisi oleh manusia. Di mana nanti kita berada di surga atau neraka akan ditentukan melalui proses kompetisi yang panjang selama hidup di dunia; yaitu kompetisi dalam mengumpulkan pahala. Kompetisi ini berakhir pada waktu kita mati, karena tidak ada kesempatan pengumpulan pahala lagi setelah kita mati.

إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الأرْضِ زِينَةً لَهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلا (٧)

Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan bagi manusia, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.

(Al Kahfi 18 : 7)

Seseorang yang berhasil mengumpulkan pahala yang banyak, tempatnya kelak adalah di surga. Sedangkan bagi yang lalai, tidak diragukan lagi, ia akan berada di tempat sebaliknya, yaitu neraka. Jadi, surga adalah merupakan puncak hadiah yang akan diraih oleh manusia. Dan untuk mendapatkan hadiah puncak ini, tentu saja tidaklah mudah. Diperlukan perjuangan yang sungguh-sungguh, karena Allah akan terus menerus menguji keuletan kita dalam mematuhi “aturan main” yang dibuat oleh Allah swt.

Dunia itu adalah nerakanya orang mukmin dan surganya orang kafir. Surga itu dikelilingi oleh hal-hal yang tidak disukai, dan neraka itu dikelilingi oleh hal-hal yang menyenangkan (nafsu).

Bentuk ujian Allah itu bermacam-macam. Hal ini adalah wajar, mengingat hadiahnya pun luar biasa, yaitu hidup abadi dalam kebahagiaan di surga. Ujian terberat yang dirasakan oleh kebanyakan orang, biasanya adalah yang berkaitan dengan harta atau pangkat. Harta atau pangkat dapat dengan mudah membuat manusia tergoda, terlupa akan tujuan hidupnya di dunia. Harta yang seharusnya digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan ketaatan pada aturan main-Nya, terbuai justru digunakan untuk melanggar ‘aturan main’ itu.

Sayidina Ali r.a. berwasiat, ‘Hati-hatilah terhadap hartamu, karena ia dapat menjadi bahan utama pelampiasan hawa nafsu!”

 “Ya Allah, jadikanlah dunia di tangan kami dan jangan Engkau jadikan dunia di hati kami”

Untuk dapat mengatasi berbagai macam ujian Allah ini, kita harus mempunyai bekal motivasi yang kuat. Karena hanya dengan motivasi yang kuat, akan tercipta semangat yang hebat. Dan dengan semangat yang hebat, segala godaan yang berasal dari nafsu dan setan yang gila pun akan dapat ditaklukkan.Jangan lupa bahwa kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur.

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الأمْوَالِ وَالأوْلادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي الآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا مَتَاعُ الْغُرُورِ (٢٠)

20. ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan Para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu Lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

 (Al Hadiid 57 : 20)

Oleh karena itu, usahakan diri kita untuk ikhlas menjalani hidup ini dan ikhlas pula bersenantiasa beribadah kepada Allah swt, jangan kita lupakan hidup ini hanya sementara, janganlah kita memikirkan harta untuk dunia, tetapi pikirkanlah harta untuk persiapan menuju akhirat..

Kalau kita mengisi kehidupan ini dengan menggerutu, mengeluh, dan pesimis, tentu kita menjalani hidup ini (dengan) terasa terbeban dan saat tidak mampu lagi menahan akan memungkinkan kita mengambil jalan pintas yaitu bunuh diri.

Sebaliknya, kalau kita mampu menyadari sebenarnya kehidupan ini begitu indah dan menggairahkan, tentu kita akan menghargai kehidupan ini. Kita akan mengisi kehidupan kita, setiap hari penuh dengan optimisme, penuh harapan dan cita-cita yang diperjuangkan, serta mampu bergaul dengan manusia-manusia lainnya.

Maka, jangan melayani perasaan negatif. Usir segera. Biasakan memelihara pikiran positif, sikap positif, dan tindakan positif. Dengan demikian kita akan menjalani kehidupan ini penuh dengan syukur, semangat, dan sukses luar biasa

Cermin Kehidupan

Pernahkah anda menggunakan cermin kehidupan? Yaitu cermin yang dapat digunakan untuk melihat hasil dari prilaku anda dalam melakoni kehidupan. Pernahkah anda merasa was-was jika berada dekat dengan cermin kehidupan? Coba, sejenak anda berdiam diri, pandanglah cermin kehidupan anda, apa yang terlihat. Baik , buruk atau biasa saja? Tapi nanti dulu, mana cermin kehidupannya? Lalu dengan apa melihat cermin kehidupan tersebut? Siapa yang menggunakan cermin kehidupan? Dimana bisa melihat cermin kehidupan?
Cermin kehidupan adalah gambaran diri kita yang disampaikan/ dilihat/di rasakan masyarakat sekitar kita. Atau dengan kata lain, pendapat orang tentang kita, itulah cermin kehidupan. Perbuatan diri akan menjadi cermin bagi diri sendiri. Masyarakat di sekeliling akan menjadi cermin kehidupan yang akan memantulkan gambaran bayangan tentang prilaku sehari-hari.

Jika anda senantiaa berprilaku baik, menjadi teladan dan selalu berbuat baik maka kebaikan anda akan terpantul cermin kehidupan, atau sebaliknya masyarakat sekitar malah merefleksikan cermin kehidupan yang kurang baik tentang anda. Hasil bayangan dari cermin kehidupan memantulkan bayangan dari perbuatan nyata sehari-hari. Cermin kehidupan bisa digunakan setiap saat dan dimana saja dengan menggunakan hati nurani. Karena hanya hati nurani yang dapat melihat pantulan cermin kehidupan. Nurani yang bagaimana? Nurani yang selalu terasah oleh ibadah. Dengan iman ibadah yang baik, kita bisa lapang dada menerima pendapat orang tentang kita.

Nurani yang bersinar dengan mudah menangkap pantulan bayangan dari cermin kehidupan. Dan anda tak perlu repot-repot berdiri depan cermin lalu bertanya: “Cermin-cermin katakan, apakah prilaku-ku sudah sesuai dengan kehendak Tuhan? Cermin tak akan menjawab, tapi nurani anda akan melihat pantulan bayangan itu. Siapa dan bagaimana bayangan anda akan dipantulkan cermin kehidupan sama dan persis dengan apa yang sudah anda lakukan dalam kehidupan nyata sehari-hari.

Biasanya  kantor polisi dan beberapa kantor, memasang cermin besar di ruang penerimaan tamu dan di salah
satu sisinya terpasang pesan: Sudah rapihkan penampilan anda? Maka di setiap hati kita, selalu ada cermin kehidupan dengan pesan “Sudah rapihkah iman dan ibadah perbuatan kita?” Semoga cermin kehidupan membantu tiap-tiap individu untuk menjaga iman dan ibadah perbuatannya agar selalu rapih dan baik.

 

Satu kalimat dari saya “Perjalananmu jauh, tetapi itulah yang dituntut olehmu, demi mengejar sinar dihujung destinasi”

mohon maaf jika coretan saya sedikit menyimpang, dan jika ada kesalahan pengucapan, saya mohon maaf yang sebesar besarnya karena kesalahan datangnya hanya pada diri manusia, dan kesempurnaan hanya milik Allah swt semata..
wassalam🙂