All About “LIFE”

Orang yang tidak berfikir panjang, pada awalnya pasti mereka merasa hidup ini susah, keras, dan mereka berkata didalam hatinya “mengapa sih hidup saya seperti ini?”…
Tetapi jika seorang itu ingin belajar dan berfikir lebih dalam, tentang bagaimana kehidupan ini, mereka pasti tahu dan mengerti apa sih arti dari hidup yang sebenarnya. Menurut saya pribadi, hidup ini adalah suatu perjuangan, perjuangan yang takkan pernah usai sampai tertutupnya usia kita. Setiap langkah dan usaha yang kita lakukan, terdapat perjuangan didalam nya, dan bersama perjuangan pasti ada pengorbanan..
Tetapi jangan salah, banyak orang yang melakukan perjuangan dan pengorbanannya di dunia, bukan semata karena Allah swt. Melainkan mereka mengincar kebahagiaan di Dunia yang penuh dengan kebohongan ini.
Padahal sesungguhnya, pengorbanan yang kita lakukan selama ini, adalah untuk kebahagiaan di Dunia dan Akhirat, tetapi orang-orang seringkali melupakan bagian “Akhiratnya”..
Kebahagiaan yang sesungguhnya hanya terdapat di Suga Allah swt, kebahagiaan di Dunia hanya MENIPU, dan sifatnya hanya SEMENTARA. Tetapi kebahagiaan di Surga jauh lebih menarik, bahkan tidak ada yang tahu ada apa dibalik Surga Allah, tidak ada yang bisa mengukur seberapa jauh kebahagiaan di Surga..

Allah menciptakan surga dan neraka, yang kelak akan diisi oleh manusia. Di mana nanti kita berada di surga atau neraka akan ditentukan melalui proses kompetisi yang panjang selama hidup di dunia; yaitu kompetisi dalam mengumpulkan pahala. Kompetisi ini berakhir pada waktu kita mati, karena tidak ada kesempatan pengumpulan pahala lagi setelah kita mati.

إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الأرْضِ زِينَةً لَهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلا (٧)

Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan bagi manusia, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.

(Al Kahfi 18 : 7)

Seseorang yang berhasil mengumpulkan pahala yang banyak, tempatnya kelak adalah di surga. Sedangkan bagi yang lalai, tidak diragukan lagi, ia akan berada di tempat sebaliknya, yaitu neraka. Jadi, surga adalah merupakan puncak hadiah yang akan diraih oleh manusia. Dan untuk mendapatkan hadiah puncak ini, tentu saja tidaklah mudah. Diperlukan perjuangan yang sungguh-sungguh, karena Allah akan terus menerus menguji keuletan kita dalam mematuhi “aturan main” yang dibuat oleh Allah swt.

Dunia itu adalah nerakanya orang mukmin dan surganya orang kafir. Surga itu dikelilingi oleh hal-hal yang tidak disukai, dan neraka itu dikelilingi oleh hal-hal yang menyenangkan (nafsu).

Bentuk ujian Allah itu bermacam-macam. Hal ini adalah wajar, mengingat hadiahnya pun luar biasa, yaitu hidup abadi dalam kebahagiaan di surga. Ujian terberat yang dirasakan oleh kebanyakan orang, biasanya adalah yang berkaitan dengan harta atau pangkat. Harta atau pangkat dapat dengan mudah membuat manusia tergoda, terlupa akan tujuan hidupnya di dunia. Harta yang seharusnya digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan ketaatan pada aturan main-Nya, terbuai justru digunakan untuk melanggar ‘aturan main’ itu.

Sayidina Ali r.a. berwasiat, ‘Hati-hatilah terhadap hartamu, karena ia dapat menjadi bahan utama pelampiasan hawa nafsu!”

 “Ya Allah, jadikanlah dunia di tangan kami dan jangan Engkau jadikan dunia di hati kami”

Untuk dapat mengatasi berbagai macam ujian Allah ini, kita harus mempunyai bekal motivasi yang kuat. Karena hanya dengan motivasi yang kuat, akan tercipta semangat yang hebat. Dan dengan semangat yang hebat, segala godaan yang berasal dari nafsu dan setan yang gila pun akan dapat ditaklukkan.Jangan lupa bahwa kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur.

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الأمْوَالِ وَالأوْلادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي الآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا مَتَاعُ الْغُرُورِ (٢٠)

20. ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan Para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu Lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

 (Al Hadiid 57 : 20)

Oleh karena itu, usahakan diri kita untuk ikhlas menjalani hidup ini dan ikhlas pula bersenantiasa beribadah kepada Allah swt, jangan kita lupakan hidup ini hanya sementara, janganlah kita memikirkan harta untuk dunia, tetapi pikirkanlah harta untuk persiapan menuju akhirat..

Kalau kita mengisi kehidupan ini dengan menggerutu, mengeluh, dan pesimis, tentu kita menjalani hidup ini (dengan) terasa terbeban dan saat tidak mampu lagi menahan akan memungkinkan kita mengambil jalan pintas yaitu bunuh diri.

Sebaliknya, kalau kita mampu menyadari sebenarnya kehidupan ini begitu indah dan menggairahkan, tentu kita akan menghargai kehidupan ini. Kita akan mengisi kehidupan kita, setiap hari penuh dengan optimisme, penuh harapan dan cita-cita yang diperjuangkan, serta mampu bergaul dengan manusia-manusia lainnya.

Maka, jangan melayani perasaan negatif. Usir segera. Biasakan memelihara pikiran positif, sikap positif, dan tindakan positif. Dengan demikian kita akan menjalani kehidupan ini penuh dengan syukur, semangat, dan sukses luar biasa

Cermin Kehidupan

Pernahkah anda menggunakan cermin kehidupan? Yaitu cermin yang dapat digunakan untuk melihat hasil dari prilaku anda dalam melakoni kehidupan. Pernahkah anda merasa was-was jika berada dekat dengan cermin kehidupan? Coba, sejenak anda berdiam diri, pandanglah cermin kehidupan anda, apa yang terlihat. Baik , buruk atau biasa saja? Tapi nanti dulu, mana cermin kehidupannya? Lalu dengan apa melihat cermin kehidupan tersebut? Siapa yang menggunakan cermin kehidupan? Dimana bisa melihat cermin kehidupan?
Cermin kehidupan adalah gambaran diri kita yang disampaikan/ dilihat/di rasakan masyarakat sekitar kita. Atau dengan kata lain, pendapat orang tentang kita, itulah cermin kehidupan. Perbuatan diri akan menjadi cermin bagi diri sendiri. Masyarakat di sekeliling akan menjadi cermin kehidupan yang akan memantulkan gambaran bayangan tentang prilaku sehari-hari.

Jika anda senantiaa berprilaku baik, menjadi teladan dan selalu berbuat baik maka kebaikan anda akan terpantul cermin kehidupan, atau sebaliknya masyarakat sekitar malah merefleksikan cermin kehidupan yang kurang baik tentang anda. Hasil bayangan dari cermin kehidupan memantulkan bayangan dari perbuatan nyata sehari-hari. Cermin kehidupan bisa digunakan setiap saat dan dimana saja dengan menggunakan hati nurani. Karena hanya hati nurani yang dapat melihat pantulan cermin kehidupan. Nurani yang bagaimana? Nurani yang selalu terasah oleh ibadah. Dengan iman ibadah yang baik, kita bisa lapang dada menerima pendapat orang tentang kita.

Nurani yang bersinar dengan mudah menangkap pantulan bayangan dari cermin kehidupan. Dan anda tak perlu repot-repot berdiri depan cermin lalu bertanya: “Cermin-cermin katakan, apakah prilaku-ku sudah sesuai dengan kehendak Tuhan? Cermin tak akan menjawab, tapi nurani anda akan melihat pantulan bayangan itu. Siapa dan bagaimana bayangan anda akan dipantulkan cermin kehidupan sama dan persis dengan apa yang sudah anda lakukan dalam kehidupan nyata sehari-hari.

Biasanya  kantor polisi dan beberapa kantor, memasang cermin besar di ruang penerimaan tamu dan di salah
satu sisinya terpasang pesan: Sudah rapihkan penampilan anda? Maka di setiap hati kita, selalu ada cermin kehidupan dengan pesan “Sudah rapihkah iman dan ibadah perbuatan kita?” Semoga cermin kehidupan membantu tiap-tiap individu untuk menjaga iman dan ibadah perbuatannya agar selalu rapih dan baik.

 

Satu kalimat dari saya “Perjalananmu jauh, tetapi itulah yang dituntut olehmu, demi mengejar sinar dihujung destinasi”

mohon maaf jika coretan saya sedikit menyimpang, dan jika ada kesalahan pengucapan, saya mohon maaf yang sebesar besarnya karena kesalahan datangnya hanya pada diri manusia, dan kesempurnaan hanya milik Allah swt semata..
wassalam🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s