Kesadaran Di Balik Kesalahan

Manusia hidup tak luput dari kesalahan. Setiap kesalahan yang kita perbuat pasti memiliki sanksi tersendiri. Ya, Dosa adalah sanksi utama yang diberikan Allah SWT kepada makhluk-Nya yang melakukan kesalahan, baik disengaja maupun tidak disengaja.
Saya jadi teringat kisah Nabi Adam AS bersama Siti Hawa. Karena kesalahan mereka berdua, yaitu memakan buah khuldi, maka Allah SWT memerintahkan mereka untuk turun ke bumi.

قَالَ اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ وَلَكُمْ فِي الأرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَى حِينٍ (٢٤)
24. Allah berfirman: “Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan”. (QS Al-A’raaf 7 : 24)

قَالَ فِيهَا تَحْيَوْنَ وَفِيهَا تَمُوتُونَ وَمِنْهَا تُخْرَجُونَ (٢٥)
25. Allah berfirman: “Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan. (QS Al-A’raaf 7 : 25).

Di balik kesalahan yang dilakukan Nabi Adam AS dan Siti Hawa terdapat tipu daya yang dilakukan iblis. Dia (iblis) selalu membisikkan kepada Nabi Adam AS dan Siti Hawa, bahwa Allah tidak melarang mereka berdua untuk mendekati pohon serta memakan buah khuldi tersebut kecuali supaya mereka menjadi malaikat atau orang yang hidup kekal dalam syurga. Iblis pun selalu mencoba dan mencoba untuk menggoda mereka supaya memakan buah khuldi tersebut.

فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مَا وُورِيَ عَنْهُمَا مِنْ سَوْآتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ إِلا أَنْ تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ (٢٠)

20. Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk Menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka Yaitu auratnya dan syaitan berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi Malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)”. (QS Al-A’raaf 7 : 20).

وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ (٢١)
21. dan Dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. “Sesungguhnya saya adalah Termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua”, (QS Al-A’raaf 7 : 21).

فَدَلاهُمَا بِغُرُورٍ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَرَقِ الْجَنَّةِ وَنَادَاهُمَا رَبُّهُمَا أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَنْ تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَأَقُلْ لَكُمَا إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُبِينٌ (٢٢)
22. Maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: “Bukankah aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan aku katakan kepadamu: “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?” (QS Al-A’raaf 7 : 22).

Akhirnya Nabi Adam AS dan Siti Hawa pun diturunkan ke bumi, begitu pula dengan para iblis dan setan. Mereka turun ke bumi untuk menggoda iman manusia agar iman dan taqwanya terhadap Allah SWT goyah.
Kita sering mendengar kata dosa dan selalu berkaitan dengan agama. Mungkin semua agama. Tapi apa sih dosa itu? Barangkali kebanyakan orang masih belum jelas, belum mengerti apa sih dosa itu atau barangkali ada yang merasa sudah mengerti tapi apa yang dimengerti (atau dipahami) belum (atau kurang) tepat. Maka kita perlu tahu “apa sih definisi dosa itu yang sebenarnya?”
Kita bisa mengambil pelajaran dari kisah Adam AS dan Iblis yang terdapat dalam Al-Qur’an untuk mengetahui “apa sih dosa itu?”.
Dosa (dari bahasa Sanskerta: doṣa) adalah suatu istilah yang terutama digunakan dalam konteks agama untuk menjelaskan tindakan yang melanggar norma atau aturan yang telah ditetapkan Tuhan atau Wahyu Illahi.

Menurut saya, dosa itu ketika hati kita menjadi gelisah dan resah karena sesuatu yang baru saja kita lihat, kita dengar dan kita lakukan. Jadi dosa itu tidak terlihat, tetapi hanya diri kita yang bisa merasakan. Andai saja dosa itu bisa terlihat pasti kita akan malu dan pastinya akan jarang ada orang yang melakukan dosa.

Rasulullah SAW bersabda, “Kebajikan adalah budi pekerti yang baik. Dan dosa (kejahatan) adalah sesuatu yang menimbulkan keresahan pada dirimu, dimana kamu merasa tidak senang apabila perbuatan itu diketahui orang lain” (HR. Muslim)

Bayangkan saja, jika setiap perbuatan yang kita lakukan selama kita hidup bisa dilihat orang lain. Apakah kita tidak malu? Apakah kita masih bisa berpergian kemana-mana? Apakah kita masih bisa bercanda tawa dengan orang-orang di sekitar kita?
Maka bersyukurlah, Allah SWT masih menutupi aib kita. Bayangkan apabila Allah SWT membuka semua kejelekan kita, naudzubillahimindzalik…
Perilaku-perilaku dosa yang sering manusia lakukan yaitu menyembah kepada selain Allah, kesyirikan, meninggalkan shalat wajib, meninggalkan puasa di bulan Ramadhan, membunuh orang, berzina, riba, minum minuman yang memabukkan, dll.

Dari artikel yang saya baca di http://www.kompas.com, ada 7 dosa yang membinasakan. Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘’Tinggalkanlah tujuh dosa yang akan membinasakan. Sahabat bertanya, ‘’Yaa Rasulallah, apakah dosa-dosa itu? Jawab Nabi SAW, ‘’Syirik mempersekutukan Allah SWT, melakukan sihir, membunuh jiwa manusia yang telah diharamkan Allah SWT kecuali dengan hak, makan riba, makan harta anak yatim, lari dari perang jihad, menuduh zina pada wanita mu’minat,’’ (HR Bukhari Muslim)

Dalam hadis di atas, Abu Hurairah menyebut tujuh dosa yang membinasakan. Dikatakan membinasakan karena dari dosa tersebut bukan hanya merusak keimanan diri sendiri, namun juga ada hak-hak muslim yang dirusak oleh si pembuat dosa. Dosa pertama yang tersebut dalam hadits di atas ialah dosa yang takkan terampuni, yakni syirik (mempersekutukan Allah).

إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا (٤٨)

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa selain syirik bagi siapa yang ia kehendakiNya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (An Nisaa: 48)

Dan yang terpenting dari tulisan ini adalah ketika kita melakukan banyak dosa, maka hendaklah kita memikirkan kesadaran dan pengakuan bahwa kita telah melakukan kesalahan-kesalahan/dosa-dosa itu sehingga menumbuhkan kesadaran untuk bertobat dan minta ampun kepada Allah, karena dengan begitu kita masih menganggap Allah sebagai satu-satunya Tuhan kita dan terhindar dari kekafiran dan kesyirikan. Jangan sampai kita menghalalkan kesalahan-kesalahan/dosa-dosa itu karena kita akan terjatuh dalam kekafiran dan kesyirikan, serta dimasukkan ke dalam neraka.

Semoga tulisan ini bermanfaat, wallahualam bisshawab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s